Indeks Detail

Enam potongan nyata dari satu foto interior — lengkungan sandaran kursi, area cahaya, serat lantai — membentuk kisi dua kolom berlabel fig.1–fig.6. Salin prompt ini untuk membuat versi Anda sendiri.

Halaman Indeks Detail dengan enam potongan berlabel dari foto interior dalam kisi dua kolom.
Mulai dengan prompt ini

Halaman indeks vertikal yang memotong enam detail nyata dari satu foto interior menjadi kisi dua kolom berlabel.

Perlebar menjadi tiga kolom

Mengubah tata letak dari kisi dua kolom menjadi tiga kolom, tanpa mengubah bagian lainnya.

Coba Kimi Design
Ubah foto interior ini menjadi satu halaman vertikal "Indeks Detail". Bingkai ulang dari foto asli, dengan memotong enam detail nyata — misalnya lengkungan sandaran kursi, tepi area cahaya, sudut bingkai gambar, serat lantai, bentuk bayangan, dan bidang warna dinding; setiap potongan harus berasal dari gambar asli, tanpa unsur rekaan.

Susun keenam potongan dalam kisi dua kolom yang rapi dengan jarak antaritem yang konsisten. Di bawah setiap sel, letakkan nomor kecil, "fig.1" hingga "fig.6," serta label singkat dua hingga empat kata. Di salah satu sudut halaman, sertakan gambar mini foto asli berlabel "sumber," agar pembaca dapat memverifikasi asal setiap detail.

Seluruh halaman mengacu pada tatanan visual laporan arkeologi atau laci spesimen: kertas putih pudar, huruf kecil monospasi, garis pemisah tipis, dan ruang kosong yang lapang. Potongan tidak boleh saling tumpang tindih; jangan gunakan filter atau bingkai dekoratif.
Ganti satu potongan

Mengganti potongan lengkungan sandaran kursi dengan tepi ambang jendela, tanpa mengubah bagian lainnya.

Coba Kimi Design
Ubah foto interior ini menjadi satu halaman vertikal "Indeks Detail". Bingkai ulang dari foto asli, dengan memotong enam detail nyata — misalnya lengkungan sandaran kursi, tepi area cahaya, sudut bingkai gambar, serat lantai, bentuk bayangan, dan bidang warna dinding; setiap potongan harus berasal dari gambar asli, tanpa unsur rekaan.

Susun keenam potongan dalam kisi dua kolom yang rapi dengan jarak antaritem yang konsisten. Di bawah setiap sel, letakkan nomor kecil, "fig.1" hingga "fig.6," serta label singkat dua hingga empat kata. Di salah satu sudut halaman, sertakan gambar mini foto asli berlabel "sumber," agar pembaca dapat memverifikasi asal setiap detail.

Seluruh halaman mengacu pada tatanan visual laporan arkeologi atau laci spesimen: kertas putih pudar, huruf kecil monospasi, garis pemisah tipis, dan ruang kosong yang lapang. Potongan tidak boleh saling tumpang tindih; jangan gunakan filter atau bingkai dekoratif.
Ganti jenis huruf

Mengubah jenis huruf label dari monospasi menjadi serif kecil, tanpa mengubah bagian lainnya.

Coba Kimi Design
Ubah foto interior ini menjadi satu halaman vertikal "Indeks Detail". Bingkai ulang dari foto asli, dengan memotong enam detail nyata — misalnya lengkungan sandaran kursi, tepi area cahaya, sudut bingkai gambar, serat lantai, bentuk bayangan, dan bidang warna dinding; setiap potongan harus berasal dari gambar asli, tanpa unsur rekaan.

Susun keenam potongan dalam kisi dua kolom yang rapi dengan jarak antaritem yang konsisten. Di bawah setiap sel, letakkan nomor kecil, "fig.1" hingga "fig.6," serta label singkat dua hingga empat kata. Di salah satu sudut halaman, sertakan gambar mini foto asli berlabel "sumber," agar pembaca dapat memverifikasi asal setiap detail.

Seluruh halaman mengacu pada tatanan visual laporan arkeologi atau laci spesimen: kertas putih pudar, huruf kecil monospasi, garis pemisah tipis, dan ruang kosong yang lapang. Potongan tidak boleh saling tumpang tindih; jangan gunakan filter atau bingkai dekoratif.